Rabu, 03 Oktober 2012

puisiq


Jeritan Hati
oleh: Fadilah Neyarasmi

Hati ini seolah terpejam
Tak ada kata yang terucap
Sosok anak dengan peluh didahinya
Membanting tulang  mencari sesuap nasi
Aku sadar aku bukan dia
Aku beruntung aku bukan dirinya
Tapi hidup ini tak adil
Aku ingin menjerit
Aku ingin mengungkapkan segalanya
Semua keluh kesahku selama ini

Tuhan... Aku bahagia menjadi diriku
Tapi aku tidak bahagia melihat penderitaan orang lain
Aku ingin aku dia dan mereka
Kami semua bisa merasakan yang sama
Mengenyam pendidikan yang indah
Bergaul tanpa ada batas sosial
Apakah semua itu tidaklah mungkin?

Tuhan... Harapku hanya satu
Buatlah ia bahagia seperti diriku
Buatlah dia merasakan apa yang kini aku rasakan
Buatlah dia menjadi lebih baik dari saat ini
Aku ingin dia tersenyum
Tersenyum meski beban hidup yang dipikulnya amatlah berat


PENANTIAN
Oleh: Fadilah Neyarasmi
Saat ini
Kulelah menunggu
Menanti yang tak pasti
Karena aku tak tahu
Kemana arah tujuan hidupku kini
Aku terus saja mencari
Mencari dan mencari lagi
Tapi aku benar-benar tak tahu
Apa yang saat ini aku cari
Biarkan waktu kini yang akan berjalan
Menjawab semua apa yang ada dihatiku
Kupikir semua akan berlalu seiring waktu yang bergulir

Rabu, 26 September 2012

Apresiasi Puisi Indonesia


Tugas Mingguan
dosen pengampu: Andi Sahtiani S. Pd., M.Pd

Bisikan Hati
Kau...
Bias wajahmu
Membuat lara hatiku
Senyum indahmu
Pancarkan auramu

Sungguh...
Tahukah dirimu
Kukagumi dirimu dalam hatiku
Selalu...

Tahukah kau...
Meski waktu bergulir
Perasaan ini tak kan padam
Selalu membara
Dan tak kan pernah usai

Bimbang
Boleh...
            Ya!
Tak boleh...
            Ya!
                        Begitu...
                                    Bukan!
                        Begini...
                                    Bukan!
Cukup...
            Tidak!
Puas...
            Tidak!
                        Tanyaku... jawabmu!
                       Jawabmu... Tanyaku!